Lihat sudah banyak waktuku untukmu
Dengarkan suaraku yang terbuang di telingamu
Perhatikan gerak tubuhku, walau rikuh
seperti kupu-kupu mau jatuh
Oh, tuan, jangan cerca aku
Tak bisakah kau pahami maksudku
dalam buram bumbun kertas dan gores grafit?
Tak cukupkah kata-kataku
dalam gagap lidah terlilit-lilit?
Oh, tuan, tolong tangkaplah imajiku
Tuan, sudah kau cerca, kau buyarkan pula angan
Lalu setelah itu apalagi, Tuan?
(hahaha, frustasi studio bersama tuan)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar